Sunday, 19 June 2022

Suppose that you are the manager of a bank whose $100 Billion of assets have an average duration of four years and whose $90 billion of liabilities have an average duration of sixyears. Conduct a duration analysis for the bank, and show what will happen to the net worth of the bank if interest rates rise by 2 percentage points. What action could you taketo reduce the bank’s interest-rate risk?

 

ITB AHMAD DAHLAN JAKARTA

Hasil Diskusi Kelompok 7  memberikan  Jawaban :

 

Misalkan Anda adalah manajer bank yang asetnya $ 100 Miliar memiliki durasi rata-rata empat tahun dan yang kewajibannya $ 90 miliar memiliki durasi rata-rata enam tahun. Lakukan analisis durasi untuk bank, dan tunjukkan apa yang akan terjadi pada kekayaan bersih bank jika suku bunga naik 2 poin persentase. Tindakan apa yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko suku bunga bank?

 

Hasil duration analysis sebagai adalah:

 

Aset = $100 miliar

 

Kewajiban = $90 miliar

 

Modal bank 10% dari aset = $100 M x 10% = $10 M Kenaikan suku bunga 2% mengakibatkan

ü  Perubahan nilai aset = -2% x 4 = -8%. Nilai aset berkurang $8 Milyar

 

ü  Perubahan nilai kewajiban = -2% x 6 = -12%. Nilai kewajiban berkurang $10.8 Milyar

 

Kekayaan bersih (net worth) bank menjadi sebagai  berikut:

 

Bertambahnya kekayaan bersih (net worth) = nilai pasar kewajiban - nilai pasar aset

 

 

= $10.8 Miliar - $8 Miliar = $2.8 Miliar

 

Berarti terjadi kenaikan kekayaan bersih (net worth) bertambah $2.8 Miliar (sama dengan 2.8% dari total nilai awal aset).

 

 

 

 

Langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko suku bunga sbb:

 

1.      Bila suku bunga naik, tidak perlu melakukan langkah apapun karena sensitivitas nilai aset lebih tinggi dibandingkan sensitivitas nilai kewajiban.


2.      Bila terjadi penurunan suku bunga yang berpotensi mengakibatkan kerugian bank dilakukan penyesuaian aset dan kewajiban dengan menambah durasi waktu pengembalian waktu pengembalian aset (untuk menurunkan sensitivitasnya terhadap penurunan suku bunga) atau memperpendek durasi waktu pembayaran kewajiban (untuk meningkatkan sensitivitasnya terhadap penurunan suku bunga).

 

3.      Risiko suku bunga dapat dikurangi dengan memegang obligasi dengan jangka waktu yang berbeda, dan investor juga dapat mengurangi risiko suku bunga dengan melakukan lindung nilai atas investasi pendapatan tetap dengan swap suku bunga, opsi, atau turunan suku bunga lainnya.

 

4.      Bank perlu untuk memperkuat kerangka penerapan Manajemen Risiko dan metode perhitungan Risiko suku bunga dalam Banking Book (interest rate risk in the Banking Book) dengan menggunakan dua perspektif yaitu perspektif nilai ekonomis (economic value) dan perspektif rentabilitas (earnings). Hal tersebut bertujuan agar Bank dapat mengidentifikasi Risiko secara lebih akurat dan melakukan tindak lanjut perbaikan yang sesuai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X-Bank reported an ROE of 15% and an ROA of 1%. Howwell capitalized is this bank?

 


ITB AHMAD DAHLAN JAKARTA


Jawaban :

X-Bank melaporkan ROE sebesar 15% dan ROA sebesar 1%. Seberapa baik bank ini dikapitalisasi? Jawab : Return on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini semakin baik, artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian sebaliknya (Kasmir 2014:204).

Return on total assets atau lebih dikenal dengan nama Return on Investment (ROI) merupakan rasio yang menunjukan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Rasio ini juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. Semakin kecil (rendah) rasio ini, semakin kurang baik, demikian pula sebaliknya (Kasmir,2014:202). :

 

 

 

A.    ROE 15% berarti untuk setiap Rp 100 modal mendatangkan keuntungan bersih Rp 15. Hal ini menunjukkan bahwa investasi dari modal yang ditanamkan mendatangkan keuntungan yang cukup baik dan tinggi bagi investor. Besarnya Rata-rata Return On Equity (ROE) yang baik menurut BI 5% - 12%. Bila berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.

6/23/DPNP Tahun 2004, ROE 15% masuk peringkat 2 (Sehat). Semakin tinggi tingkat profitabilitas,  maka semakin  besar tingkat  pengembalian  yang akan  diterima,  hal  ini memungkinkan naiknya harga penawaran saham disaat dilakukan perdagangan yang disebabkan karena permintaan akan saham tersebut meningkat. Semakin tinggi Return On Equity (ROE) maka kinerja perusahaan semakin efektif.

B.     ROA 1% artinya untuk setiap Rp 100 aset yang dimiliki akan mendatangkan keuntungan bersih Rp 1. Bila berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP Tahun 2004, ROA 1% masuk peringkat 3 (Cukup Sehat), artinya perlu mendapatkan perhatian agar bisa dilakukan langkah perbaikan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bank. Besarnya Return On Asset (ROA) sesuai dengan aturan BI yaitu Return On Asset (ROA) yang baik harus diatas 1,5%. Semakin tinggi Return on Assets (ROA)   maka semakin baik prduktivitas aset dalam memperoleh keuntungan bersih.


       Dengan mengetahui ROA kita dapat menilai apakah Bank telah efisien dalam menggunakan aktivanya dalam kegiatan operasi untuk menghasilkan keuntungan. Return On Asses (ROA) yang positif menunjukan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan untuk operasi perusahaan mampu memberikan laba bagi perusahaan. Sebaliknya jika Return On Asses (ROA) negatif menunjukan total aktiva yang di pergunakan tidak memberikan keuntungan atau rugi.

Sumber : Medianeliti.com

LEIDEN IS LIJDEN: BELAJAR LEADERSHIP DARI KELUARGA KECIL IBRAHIM A.S

  Hisahito Rahmat Dakwansyah Ketika kita bicara kepemimpinan, pikiran kita sering melayang pada sosok yang memimpin negara, memenangi pepera...